Pengolahan Sari Buah Jeruk Peras dan Manisan Kulit Jeruk Peras [APHP]

By Pranti Dwi Astuti, S.T.P. 29 Okt 2020, 11:41:09 WIB Teknologi
Pengolahan Sari Buah Jeruk Peras dan Manisan Kulit Jeruk Peras [APHP]

Pengolahan bahan makanan erat kaitannya dalam meningkatkan nilai ekonomis suatu bahan mentah. Selain itu nilai tambah lain adalah penambahan umur simpan, nilai gizi dan diversifikasi produk. Pada praktik mata pelajaran Produksi Pengolahan Hasil Nabati, kelas XI APHP melakukan olahan buah-buahan dengan bahan baku berupa jeruk peras. Biasanya, jeruk yang dipakai dalam olahan ini adalah jeruk mandarin dengan pertimbangan kenampakan yang bagus (warna buah, tekstur dan rasa). Namun dengan pertimbangan harga yang lumayan tinggi, praktik pengolahan memanfaatkan bahan baku berupa Jeruk Peras yang dapat dibeli perkilo dengan rentang harga Rp8.000-15.000,00.

Olahan buah Jeruk Peras yang utama adalah pada produk Sari Buah Jeruk Peras. Proses pengolahannya pun cukup sederhana dengan melakukan pengupasan kulit, ekstraksi (pengambilan filtrat buah), penambahan air dan gula (sesuai dengan selera). Umumnya sari buah dan minuman kemasan mempunyai kadar gula sekitar 10-12%, sehingga penambahan gula dilakukan dengan mengamati kadar gula bahan baku. Setelah itu dilakukan pasteurisasi (pemanasan di bawah 100o C) yang dimaksudkan untuk membunuh mikrobia patogen namun tidak mengurangi kandungan vitamin dan nilai gizi lain pada buah akibat pemanasan. Olahan dapat langsung dikemas dalam plastik tahan panas ataupun dalam botol kaca yang telah disterilisasi terlebih dahulu.

By produk sari buah Jeruk Peras adalah kulit buah Jeruk Peras. Sesuai dengan pemanfaatan limbah pengolahan dan mengefisienkan rendemen, kulit buah Jeruk Peras dapat diolah menjadi Manisan Kulit Jeruk Peras dengan berbagai perlakuan tambahan seperti perendaman dalam larutan kapur, perebusan dan perebusan air gula. Rasa getir atau senyawa flavonoid yang terdapat pada kulit ari buah jeruk, dapat dikurangi dengan perendaman semalaman kulit buah jeruk. Perbandingan ini didapatkan hasil yang signifikan daripada kulit buah jeruk tanpa perendaman air selama semalam.

Kriteria olahan sari buah Jeruk Peras adalah berwarna kuning-oranye bening, rasa jeruk segar, berbentuk cair dan manis. Sedangkan kriteria olahan manisan kulit buah Jeruk Peras adalah kering (manisan kering), manis, dan aroma dan flavor khas buah jeruk.

*Praktik kali ini dilaksanakan di tengah pandemi dengan memperhatikan protokol kesehatan.